Permata Sentul - Minggu, 1 Agustus 2010.
![]() |
![]() |
Dari jam 05.45 mobil-mobil peserta sudah berderet antri di 'bag drop area' Padang Golf Permata Sentul. Staf PSP terlihat agak kewalahan, dan situasi klise ini selalu terjadi dalam setiap turnamen di padang golf manapun juga (pekerjaan rumah untuk para EO Golf untuk mencari solusi).
'Turnamen Piala Rektor ITB' yang ke 3 ini diminati banyak peserta yang sebagian besar adalah alumni ITB, sehingga suasana saat registrasi mirip keriuhan reuni.
Yang unik adalah kelompok penyelenggaranya, kok alumni ITB 84 (tahun masuk)?. VH. Gadjahmada, alumni Arsitektur 84 yang jago berorganisasi daripada golfnya :-), menjelaskan kiatnya: "Ini strategi branding kami, mas Amrie. Selama ini belum ada alumni angkatan lain yang 'memanfaatkan' daya jual Rektor ITB untuk pengumpulan dana. Kami melihat peluang dan memanfaatkannya."
Salut atas kerja terpadu alumni ITB 84. Sebelumnya diyakini bahwa hanya alumni-alumni tahun masuk berkepala 7 yang bakal kompak, dampak positif program Mapram, Ospek atau perploncoan. Tapi kelompok ini mampu meruntuhkan mitos itu dengan optimalisasi internet: mail list dan Facebook.
Turnamen berlangsung seru dibawah udara yang cerah. Spanduk sponsor bertaburan di sekitar 'teeing ground area', menunjukkan suksesnya acara ini dalam sisi penggalangan dana.
Tampaknya pihak PSP pun ikut bersemangat, dengan menurunkan squad kedi terbaik dan cantik. Tapi, yang membuat heboh adalah 'leaderboards' yang diupdate secara 'real time' yang dapat diakses seluruh peserta dari alat GPS yang terpasang di buggy masing-masing.
Entah karena kesalahan teknis (input handicap) atau disengaja memancing sensasi spektakuler, dua nama di posisi teratas leaderboards tercatat dengan skor under bagai pro. Bayangkan reaksi semua peserta, ketika disamping nama Sambudi (seniorku di ITB dan memang Club Champion PSP tahun ini) tertulis 'skor -6 thru 6 holes'. Busyet, baru 6 holes sudah 6 under? Birdie semua tuh, atau ada eagle-nya?
Akibatnya, banyak pelanggan BGO yang rada 'putus asa'.
Gimana cara untuk menyusul? Hal positif bagi yang biasa berfikir positif adalah: 'to play one shot at a time.' Gak usah mikirin skor, deh. Sudah tak ada harapan BGO, coba bermain yang terbaik untuk prestasi pribadi.
Ketika mencapai hole ke 12 dan skor beliau tertulis 12 under, baru kami sadar bahwa telah terjadi kesalahan teknis. Walaupun memang Sambudi tetap bermain bagus seperti biasa, sayang kalah 1 stroke dari Irzan Rosnim (adik kelasku) yang merebut Piala BGO dengan skor 73.
Seperti biasa, inilah urut-urutan 'level of hope' peserta turnamen: Ada 5 par 3 berhadiah mobil. Ketika semua lewat tanpa hasil, berusaha bermain baik untuk dapat piala. Ketika hal ini juga gagal, barulah mengharap bawa pulang 'lucky draw' :-)
Ketua Panitya, Isrady Sofiansyah dan Seksi Super Sibuk, Chiwy Gadjahmada ketika disapa seusai acara menunjukkan paras sumringah. Kata mereka: "Senangnya semua berjalan lancar. Sponsor ada 15 dan dana akan segera disumbangkan ke ITB untuk mendukung program 'Sepeda Kampus' dan program 'eco-campus' lainnya."
Amrie Noor
IGC Chief
Alumni Arsitektur ITB 77
Powered by ITB84@Facebook Comments








