

Kawan-kawan Alumni ITB 84 yang saya cintai,Tahun 1984 merupakan titik awal sejarah keberadaan kita di Kampus Ganesha; disambut oleh seluruh civitas academica ITB sebagai Putra Putri Terbaik Negeri ini dengan berbagai upacara dan acara yang sarat dengan nilai serta idealisme. Pada saat itu mulailah babak baru kehidupan kita yang dikemudian hari akan menjadi peletak dasar serta mewarnai eksistensi kita sebagai Alumni ITB 84 dalam berbagai kancah kehidupan. Walaupun berasal dari latar belakang yang berbeda, seperti perbedaan daerah asal, suku, adat, kebiasaan, bahasa, agama, dan perbedaan-perbedaan lainnya, tapi dengan adanya kebersamaan dan rasa senasib yang tinggi serta dengan memiliki satu tujuan yang sama yaitu adanya keinginan yang kuat untuk menjadi alumni ITB yang kelak dapat pula memperoleh pengakuan sosial di masyarakat, pada akhirnya kita bisa melebur dan terlebur menjadi insan-insan ITB 84 tanpa harus kehilangan jati diri masing masing.
Pergulatan kawan-kawan selama 4, 5, 6, atau 7 tahun berada di ITB, tentunya sedikit banyak memberi bekas dalam kehidupan kita semua. Pertemuan antara kita dalam berbagai aktifitas kampus melalui himpunan jurusan, unit-unit kegiatan, dan kegiatan di luar kampus, telah memberi pengalaman yang sangat berharga pada kita. Dalam berkegiatan pada saat itu tentunya ada suasana yang penuh dengan semangat, rasa senang, gembira, romantis, mungkin juga sesekali ada suasana sedih, prihatin, kesal, dan bahkan emosi karena ada satu atau dua kawan kita yang berkonflik akibat perbedaan pandangan yang sangat tajam. Juga ada kawan kita yang sakit, bahkan ada yang meninggal dunia selagi masih menjadi mahasiswa. Ada pula beberapa kawan kita yang terkena tindakan skorsing dari pimpinan ITB atau ditangkap aparat negara akibat aktifitas demonstrasi yang dilakukan. Dan mungkin masih banyak lagi kejadian demi kejadian selama kita berada di ITB sekitar 20 tahun yang lalu yang tidak terekam secara luas oleh kita.
Kini 25 tahun telah berlalu, sejak kita pertama kali menjejakkan kaki di kampus ganesha. Biarlah semua kenangan yang ada selama kita berada di kampus ganesha menjadi cerita bagi generasi setelah kita. Sekaranglah saatnya kita perlu kembali me-refresh secara kolektif cerita ini dengan cara kita seluruh alumni ITB 84 berkumpul sejenak melalui ajang Reuni Perak, untuk mengenang masa lalu kita yang manis, lucu, mungkin juga sedikit lugu, bahkan pengalaman pahit atau tidak menyenangkan sekalipun.
Melalui Reuni Perak ini diharapkan terjalin kembali silaturrahmi antara kita Alumni ITB 84 yang mungkin selama ini terputus akibat masing-masing dari kita sudah terserak mengikuti pilihan profesi masing masing, dan bahkan beberapa alumni melanglang buana ke negeri orang.
Melalui reuni ini kita dapat saling berbagi dan memberi, serta membantu sesama alumni yang mungkin mengalami berbagai kesulitan dan kesusahan. Melalui reuni ini kita juga dapat memberi sesuatu kepada almamater dan masyarakat yang membutuhkan.
Ke depan insyaallah kita dapat bergandengan tangan melanjutkan silaturrahmi ini, tetap berbagi dan memberi, serta tetap membantu sesama alumni, almamater dan masyarakat yang membutuhkan.
Untuk mewujudkan kegiatan Reuni Perak ini sangatlah membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh kawan-kawan Alumni ITB 84, baik keterlibatan dalam persiapan kegiatan dikepanitiaan, kehadiran pada setiap rangkaian kegiatan reuni, maupun kontribusi untuk membayar iuran wajib Rp. 500 ribu agar acara kita ini terselenggara dengan lancar. Kepada kawan-kawan yang berniat memberi lebih dari iuran wajib dapat memberi dalam bentuk iuran sukarela. Agar kegiatan reuni kita ini lebih berkualitas, hal ini sangatlah kita harapkan. Dan tentunya untuk itu kita berikan apresiasi.
Akhirnya, saya mengajak seluruh kawan-kawan Alumni ITB 84 beserta keluarga untuk menghadiri dan berpartisipasi aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dalam Reuni Perak ini. Mari kita buktikan kepada seluruh kawan-kawan Alumni ITB 84, kepada civitas akademika ITB, dan kepada masyarakat bahwa kita eksis dan benar-benar dapat memberi kepada sesama alumni, kepada ITB, dan kepada masyarakat di sekitar kampus ganesha.
Semoga……
Wassalam,
Hendry Harmen / SI
Powered by ITB84@Facebook Comments






