Periode minggu ini IHSG, LQ-45 dan BI-27 menunjukan strong rally luar biasa dan berhasil menembus 2 (dua) resistensi sekaligus hingga IHSG mencapai level 1634. Ekspektasi ini jelas di luar prediksi saya dimana IHSG berada pada kisaran 1500-1550. Kenaikan abnormal ini disebabkan adanya money inflow para hedge fund yang mendominasi hampir 50% kapitalisasi pasar terutama pada 3 hari terakhir. Sebagian hot money tsb berasal dari bursa Thailand yg sedang mengalami krisis politik.
Menurut IMQ, transaksi perdagangan juga mencatat deretan rekor transaksi terbesar tahun ini, sebanyak 115.708 kali, dengan volume 10,785 miliar unit saham, senilai Rp 4,294 triliun. Top gainer (Rp) DLTA, BBRI, BMRI, UNTR dan LSIP. Kondisi tersebut berimbas pada nilai tukar rupiah yang terus menguat hingga mencapai level Rp 10.600 per dolar AS.
Memang IHSG pantas mengalami kenaikan, terutama setelah berhasil menembus bearish channel-nya pada level 1425 an beberapa waktu yang lalu. Dipicu kenaikan harga minyak dunia yang mencapai USD 53/barrel dan adanya gejala pemulihan ekonomi AS serta sentimen hasil pemilu 2009. Sekalipun laporan keuangan emiten BEI mulai menunjukan penurunan signifikan disertai turunnya nilai ekspor hingga 35%, para investor mulai memborong saham guna mengatisipasi pemulihan ekonomi global pada 3Q09-4Q09. Investor melakukan pembelian secara selektif sesuai analisis fundamental dan arah indikator ekonomi sehingga kenaikan IHSG memiliki pola berjenjang tanpa gap yang besar.
Namun dalam 3 hari terakhir ini pola kenaikan IHSG dan LQ-45 bersifat sporadis bahkan saham bermasalah seperti BNBR, BUMI, UNSP dll ikut "digoreng" padahal fundamentalnya sangat meragukan. Kepada para traders dan investor, saya sarankan untuk lebih berhati-hati dan bijaksana serta tidak terlalu bernafsu (greedy) dalam trasaksinya minggu depan. Hal ini disebabkan IHSG sudah sangat rawan koreksi untuk menutup gap yang cukup signifikan.
Happy Trading dan Salam Investasi.....
Powered by ITB84@Facebook Comments
| < Prev | Next > |
|---|

















