Forum ITB84

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Rubrik Analisis Ekonomi & Keuangan Golf Piala Rektor ITB ke-III - The First Golf with GPS

Golf Piala Rektor ITB ke-III - The First Golf with GPS

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Venue : Turnamen Golf 2010 – PIALA REKTOR ITB KE- III
Permata Sentul Golf Club, Minggu, 1 Agustus 2010.

Hari Jumat pagi, 30 Agustus 2010, ketika aku meluncur menuju ke kantor, ada 4 kali missed calls dari nomor yang sama, rupanya pagi itu aku lupa meng’aktif’kan hp ku, karena biasanya sebelum tidur memang aku ‘non-aktif’kan supaya tidak mengganggu.
Ternyata missed call dari VH. Gadjahmada, seorang mantan muridku di Arsitektur ITB yang ukuran badannya berbanding terbalik dengan namanya.
Tidak biasanya missed call sampai 4 kali !... pasti ada sesuatu yang istimewa.. Ketika kutilpon balik, rupanya Gadjahmada sebagai salah satu anggota Panitia Turnamen Golf Piala Rektor ITB diatas, sedang giatnya mencari peserta untuk meramaikan pesta besar diatas.
Tak lupa dia mengiringi dengan gaya pemasarannya yang kental :” Pak, ada hadiah ‘hole-in-one’ nya Pajero Sport terbaru…. bahkan ada empat mobil lainnya !”

Belum cukup dengan iming-iming ‘hole-in-one’ dia tambah lagi :” Lucky draw nya cukup keren-keren Pa !, ada iPad ( gadget terbaru dari Apple Computer yang sedang ‘in’) – rupanya dia tahu aku termasuk salah satu ‘gadget freak’ .
Tentu saja tawarannya untuk ikut PILREK ini kuterima, apalagi setelah tahu bahwa bahwa aku di “undang’ sebagai undangan khusus, bersama dengan beberapa teman lain alumni dari Arsitektur ITB.

Kesan pertama ketika kusampai di Permata Sentul Golf Club, bukan main hebatnya kerja panitianya yaitu dari Forum ITB ’84, karena dalam kondisi yang sulit sekarang ini, mereka berhasil menggaet begitu banyak sponsor! Tak kurang dari 20 sponsor, dari perusahaan-perusahaan besar lagi ! Terlihat dari spanduk dan banner yang tersebar dimana-mana begitu juga setiap hole, terpancang dengan rapi nama-nama sponsor, nomor hole, jarak tiap hole, serta hadiah yang diperuntukan pada hole tesebut yaitu pada Hole Par-3, yang khusus disediakan hadiah mobil diatas. Tidak tanggung-tanggung, lapangan golf Permata Sentul ini Hole- Par-3 nya ada 5 buah! ( biasanya lapangan golf lain hanya 4 buah hole Par-3). Jadi total hadiah mobil untuk ‘hole-in-one’ ada 5 kendaraan, dari mulai Pajero Sport sampai Kijang Innova, Corola Altis dll.
Sebuah Mitsubishi Pajero Sport warna putih, terlihat nangkring dengan gagahnya didepan tempat kita sarapan, seperti disengaja oleh Panitia untuk menerbitkan air liur kita …….

Penyambutan Panitia juga super, begitu masuk lobby, langsung aku disergap seorang wanita… ternyata Ciwi, istri Gadjah yang juga kelihatan sibuk sebagai panitia. Dia langsung memberikan Undangan untuk segera registrasi di 3 buah meja konter yang sudah siap. Selesai registrasi lalu diarahkan ke meja ‘souvenir’--- ini juga hebat, karena begitu tiba dihadapan staf penjaga yang ‘ayu-ayu’ berseragam biru muda dengan rok terusan yang sedikit mini, ( entah dari mana si Gadjah dapatnya nona-nona ini ?). Mereka langsung tahu ukuran badan kita dan berkata agak keras :” Large !”, staf yang berada di belakangnya langsung mengambil tas yang di luarnya sudah tertera ukuran ‘Large’ untuk kaos/baju yang ada didalamya! rapih juga kerjanya ! – walupun perkiraan si nona tadi agak salah --- aku minta diganti yang ‘Extra Large’.

Dari sisi lapangan, kerja sama yang kompak antara Panitia dan Permata Sentul , aku angkat topi untuk unjuk kerja mereka, salah satu adalah rapi nya pengaturan ‘pairing’ peserta serta pembagian nomor cart masing2 dan dijendela cart juga sudah terpampang nomor hole, dimana kita harus tee-off. Ini sangat memudahlkan, karena biasanya yang ku alamai dalam berbagai turnamen golf yang besar, selalu terjadi suasana ‘chaotic’ ketika akan start semua peserta mencari-cari bag nya, kalaupun katanya sudah ada di cart, ada di cart yang mana dan harus start dari hole berapa.
Dalam turnamen ini, semua sudah dipikirkan panitia, .. sewaktu kita daftar di papan pairing, begitu dicatat data kita, maka kita sudah diberitahu, dengan siapa kita duduk satu cart, cart nomor berapa dan dari hole berapa kita akan tee-off ! Salut untuk kerja panitia yang rapih di Pil Rek kali ini !
Berikutnya masuk ke ruang ganti yang ternyata ini masih sempit seperti dulu ( kalau ini aku kira bukan salah panitia) – untuk turnamen dengan peserta lebih dari 80 orang aku kira ruang ganti dan jumlah shower sangat tidak memadai.
Bagaimana sarapan pagi ? hmmm , tentu saja berlimpah, walupun untuk ku bubur ayamnya terlalu kental . Untuk bisa ditelan harus dicampur dengan kuah berwarna agak kuning kehijauan. Ketika ku campur kuah ini…. Alamaak!, ternyata kuah semacam ‘gule’ yang sebisanya harus ku hindari… langsung di netralisir dengan makan buah yang juga tersedia cukup banyak.

Aku segerakan sarapan ini, karena aku ingin melakukan pemanasan terlebih dulu dengan berlatih chipping dan putting. Bergegas aku menuju daerah ‘starter’ untuk mencari golf-bag ku .
Betul saja… sistimatisnya sangat baik, aku diarahkan untuk pertama cari dari hole berapa kita start, maka semua cart sudah mengelompok untuk hole-hole berdekatan, kemudian kucari cart no. 8, …. Dengan harap-harap cemas, karena biasanya golf-bag ku belum ada dan caddienya juga kadang-kadang entah dimana. Tapi kali ini … surprised ! bag golf ku sudah nangkring di belakang cart dan caddie sudah duduk manis di cart, sambil merapikan ‘make-up’nya. Padahal jam baru menunjukkan jam 06.05

Permata Sentul termasuk lapangan yang sulit karena kebanyakan fairwaynya yang sempit dan tidak ada satupun yang rata ! ( caddie ku bergurau waktu aku komentar tentang fairway yang gak rata ini :” Kalau mau yang rata, namanya main sepak bola Pa !”.)

Tee off dengan ‘shot gun’, dimulai pukul 06.45, flight kami mendapat lokasi dari Hole 2 A
Aku satu flight bersama dengan .. siapa lagi kalau bukan dengan Gadjah (Ars ’84), Bagus (ARS ’84, dan Daud ( Ars ?).
Permainan golf nya sendiri berlangsung santai, tidak ada ketegangan walaupun kita sedang dalam turnamen besar. Entah bagaimana mulainya, supaya sedikit ‘serius’ Gadjah menawarkan ‘Syariah’ kepada Bagus dan di terima dengan baik . Aku sendiri hanya mendengar ajakan itu tapi tidak ditujukan kepadaku. Tapi aku juga ikut merogoh kantong, ketika Bagus mulai membukukan ‘par’.

Sebenarnya untukku sendiri lapangan ini, sudah 2 tahun lebih aku tidak pernah bermain disini, sehingga ini merupakan pengalaman baru lagi.. mengherankan sampai dengan 10 holes pertama score ku semuanya selalu ‘boogie’, dan terpaksa beberapakali merogoh kocek untuk Bagus. Baru setelah hole ke-11 dan berikutnya aku membukukan beberapa ‘Par’ . Musuh utama di lapangan ini, untuk mereka yang belum kenal, adalah ‘green’ nya yang licin, ku catat ada 3 kali kesempatanku untuk ‘par’, menjadi sirna ! Skor akhir ku tidak teramat buruk, untuk yang sudah 2 tahun tidak main disini, yaitu 44 dan 43.
Permainan Bagus , sesuai namanya, cukup bagus, hanya Gadjah yang paling ‘berdarah’ dalam ber ‘syariah’. Tapi kulihat wajahnya ‘penuh keihklasan’ ketika menyadari hal itu. Sedangkan Daniel, harus berlatih lebih banyak lagi dalam permainan biasa bukan dalam turnamen sebesar ini, tapi harus aku akui, ketika se pairing dengan dia, aku memperhatikan mentalnya memang cukup tangguh, walaupun ketika beberapa kali pukulannya masuk ‘bunker trap’, dan sampai 4 – 5 kali tidak keluar , tidak membuatnya groggi --- bahkan dia tetap santai, ketika caddienya menyarankan untuk memakai ‘ lima jari’ saja ! and… ‘ He did it, exactly with his five fingers !’

Satu hal lagi yang positip dari lapangan Permata Sentul ini, dan aku baru sekali ini menemuinya adalah dipasangnya perangkat GPS di setiap golf cart, berupa layar besar dimana kita bisa melihat peta situasi tiap hole. Juga nama kita sudah tertera, lengkap dengan handicap, sehingga ketika kita masukkan skor untuk tiap hole, maka gross dan net skor kita langsung terlihat. Tidak cuma itu, kita juga bisa melihat ‘leader board’ – siap yang memimpin dalam turnamen ini dari hole – ke hole !. Tentu saja bisa juga kita lihat posisi/status kita sendiri, berada pada ranking berapa secara overall, tinggal di scrolling dari 114 peserta yang pagi ini terdaftar ikut turnamen Pil Rek ini.
Feature ini memang bisa melatih mental kita – bisa positip dan bisa negatip, karena sewaktu melihat ‘leader-board’ nama “ Sambudi’ selalu tampil diatas, dan tidak tanggung-tanggung, skornya selalu ‘under’ . Baru saja hole ke- 3, skornya -3, begitu seterusnya sampai akhirnya skornya -15 ! . Ini bisa bikin ‘groggi’ , sampai kuperlukan untuk menanyakan siapa bapak ini? Ternyata beliau memang juaranya club di lapangan ini ! ooh.. pantes !!

Ada rasa senang juga ketika melihat ranking kita sendiri, sampai hole ke-6, ranking ku masih ‘best ten’, tapi tentu saja, makin lama makin melorot sampai pada akhirnya, kuberanikan diri untuk melirik leader board setelah hole terakhir usai… posisiku 27 T ! Oh My Lord !

Suasana meriah menyelimuti club house Permata Sentul ketika acara presentasi dan pembagian hadiah dimulai.
Gadjah sendiri nyeletuk : “ Ini koq, keliatannya tiap kali Piala Rektor, yang menang namanya itu-itu saja !”.
Untuk kategori ‘Best Gross’ dan ‘Golf skill- longest d rive’, memang kebanyakan nama-nama yang sama naik panggung , sedangkan untik ‘Best Net’ , seperti sudah diduga dan selalu terjadi dalam banyak turnamen golf amatir dinegeri ini, pemenangnya adalah mereka yang berhandicap tinggi.

Sebuah masukan dan sekali kritikan, yang ditujukan tidak hanya untuk turmanen Pil Rek ini, tapi juga untuk turnamen-turnamen golf amatir lainnya, yaitu bagaimana membuat regulasi tentang handicap yang bersifat nasional dan ada badan yang mengawasi dengan ketat.
Untuk mereka yang memang berhandicap besar tidak ada masalah, tapi untuk mereka yang berhandicap di ambang batas antar 12- 16, menjadi dilematis – tidak banyak mengharapkan ‘Best Net’ karena menghadapi mereka yang berhandicap besar, pasti akan kalah net scorenya. Untungnya Panitia masih membagi dalam beberapa Flights, sehingga masih cukup fair, dan tidak terlalu parah hasil akhirnya.

Satu-satunya harapan adalah dalam kategori ‘Best Gross’. Nah, disini harus berhadapan dengan se gudang para ‘die hard’ golfer yang sudah mencapai ‘single-handicap’ – mereka juga biasanya meluruk dalam turnamen-turnamen besar – ini ternyata lebih sulit lagi ! jadilah mereka yang handicapnya diambang batas tadi hanya menjadi 'lucky draw golfers'.
Bagaimana Bung Amrie Noor (Ars ’77) yang juga punggawa dan sekaligus ketua di IGC ( Indonesia Golf Community), aku dengar, katanya sudah masuk agenda PGI?
Atau ini kritik untuk Panitia , seharusnya turnamen besar semacam Pil Rek ini yang jadwalnya diadakan setiap tahun, seharusnya masuk dalam ‘PGI sanctioned’ ?

Menurut aku, “Golf is the best sport ever created by man”, dia memang harus dinikmati dengan banyak ‘fun’ didalam nya, tapi juga harus ada ‘tantangan’ yang menjadikan para pemainnya bersemangat untuk maju, tidak sekedar mengikuti turnamen untuk mendapat lucky draws !.

Hadiah lucky draw nya sendiri, patut diacungi jempol sayang, untuk ‘hole-in-one’ ternyata tidak satupun dari 5 hadiah mobilnya yang dapat di petik peserta. Hadiah lainnya, memang cukup spektakular, ada motor skutik, saking besarnya tidak bisa dipajang hanya bannernya, ada TV LCD 40 inchi – kulihat pemenangnya kesulitan untuk mencari bantuan untuk membawa pulangnya, ada sepeda gunung, ada iPad dan banyak DVD player dan yang terbanyak tas kecil golf didalamya ada 3 bola golf merek Pinnacles. Saking banyaknya hadiah tas ini, yangdisimpan dalam satu kotak besar , teman semeja ku, Pak Elman Sunarlio berteriak :” Sudah jangan dibagi satu-satu !, kasi saja semua sama kotaknya!”.

Selamat untuk mereka yang menjadi para pemenang dan juga mereka yang menggondol lucky draws yang keren-keren ini.


Bravo Panitia dari Forum ITB ’84 !
Semoga untuk Turnamen Golf Piala Rektor ITB yang mendatang lebih sukses.
Happy Golfing untuk semua alumni ITB !

Boediono Soerasno ( Ars ’65)


Powered by ITB84@Facebook Comments
 
  • 0
  • 1
  • 2
prev
next

Peresmian ITB84 Lounge

{qtube vid:=A3BGKjVLZSY w:=320 h:=267 b:=1 c1:=402061 c2:=9461ca ap:=1 rel:=0}

Read more

Lukisan Wisnu (SR84)

News image

Rekan kita Wisnu (SR84) akan melelang beberapa lukisan hasil karyanya @ Rp. 15.000.000,-. Penjualan lukisan ini akan digunakan untuk membiayai sekolah putranya. Apabila diantara rekan-rekan ada yang berminat untuk membeli karyanya tersebut, silahkan menghubungi Wisnu 022-92616959 Silahkan click lukisan di bawah ini untuk melihat ...

Read more

Menuai Sukses, Konser Alumni PSM-ITB 201

News image

Source : PedomanNews.com Konser Alumni Paduan Suara Mahasiswa (PSM-ITB) 2011 Jakarta, PedomanNEWS.com - Konser Alumni Paduan Suara Mahasiswa (PSM-ITB) 2011 di Pusat Perfilman Usmar Ismail Jakarta pada Rabu malam (20 Juli 2011) menuai sukses besar, diikuti standing ovation dan teriakan "more...more" di akhir acara. Ratusan alumni ITB juga penonton umum berhasil dihibur oleh puluhan penyanyi alumni PSM-ITB dari berbagai angkatan dan diberi bonus 2 lagu tambahan. Gaudeamus yang sangat dikenal para alumni ...

Read more
More in: gadjah1966
next
prev

Silahkan klik link Yahoo di atas untuk bergabung menjadi anggota milis ITB84

Info Penting

Silahkan Login ke Website

Untuk bisa mengakses DATABASE, LAPORAN KEUANGAN dan beberapa feature lainnya, silahkan login terlebih dahulu kedalam website untuk membuka MENU-nya. Bagi anda yang belum terdaftar di web, silahkan BUAT ACCOUNT dahulu. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan perlindungan data kita bersama. Bagi yang belum tahu caranya untuk register ke website, silahkan membaca sub menu FAQ di bawah menu HOME. Terima kasih.

Karena kami telah menambahkan sistem proteksi baru, maka bagi Alumni ITB84, silahkan membuat ACCOUNT BARU Account lama anda tidak lagi bisa digunakan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

Who's Online

Now 12 guests online

ITB 84 Event Calendar

<<  May 2012  >>
 Mo  Tu  We  Th  Fr  Sa  Su 
   1  2  3  4  5  6
  7  8  910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   

Klik logo di atas untuk masuk ke website Piala Rektor ITB


JoomlaWatch Stats 1.2.8b_10-dev by Matej Koval